• Ternyata Bisa: Menyemai Biji Kurma!

    Setiap bulan puasa tiba, eke selalu excited dengan makanan pembuka puasa berupa kurma. Tentunya tak sembarang kurma eke suka, eke suka kurma yang segar tanpa tambahan lapisan gula di sekiling daging buah. Maka, yang selama ini eke rasa lazis dan mudah dijumpai di pasaran adalah kurma jenis ‘Deglet Nour’ dari Afrika Utara (Aljazair, Tunisia, dsb). Dagingnya manis, tebal, memanjang, rata-rata bijinya kecil, warna daging buahnya coklat kekuningan, dan ketika digigit terasa krispi. Menyenangkan!
    
    Cocok lah buat sajian buka puasa maupun dijadikan cemilan (kalo eke sih cenderung jadi cemilan dia, hoho).

    
    Nah, kecintaan terhadap buah kurma ini berujung pada keinginan untuk menanam pohonnya. Meskipun eke sadar 100% bahwa pohon kurma ini bakalan berbuah mungkin 5-10 tahun lagi (kalo selama hidupnya dia sehat2 aja dan tanpa gangguan), dan pohon kurma ini tak akan berbuah kalo tidak ada pohon pasangannya-yang berarti harus ada pohon jantan dan betina. Yah, setidaknya melihat pohonnya saja bisa membuat hati tenteram dan serasa di sungai Nil haha.

    Oke langsung saja ke praktek penyemaian bijinya. It’s so easy, dear! Bisa ditinggal-tinggal dan memang butuh kesabaran untuk melihatnya tumbuh.

    Bahan:
    1.     Beberapa biji kurma segar yang dagingnya udah dimakan sampai bersih (yang eke pake kurma ‘Deglet Nour’)
    2.    Gelas
    
    3.    Air bersih
    4.    Kapas
    5.    Toples
    6.    Pisau/pinset
    7.    Pot-pot kecil (atau eke pake bekas gelas plastic jus yang bawahnya dilubangi utk drainase air)
    8.    Media tanam (berupa campuran tanah+kompos+pasir+sekam yang bisa dibeli di penjual tanaman hias, ± IDR 6,000/karung.)

    Langkah:
    
    1.     Siapkan biji kurma yang telah dimakan daging buahnya sampai bersih. Siapkan lebih dari 3 biji ya, untuk jaga-jaga biji mana saja yang akan jadi jantan dan betina.
    2.    Rendam biji2 tsb ke dalam gelas yang telah diisi air bersih selama 2 hari.
    3.    Selama masa perendaman, cek keadaan air rendaman dan biji yang direndam. Jika air rendaman menjadi kecoklatan, maka ganti airnya. Jika kulit ari atau sisa2 daging buah dari biji tsb melunak dan mengelupas, maka buang kulit ari atau sisa2 daging buah tsb menggunakan ujung pisau/pinset. Perlu diperhatikan: biji yang akan disemai harus bersih dari kulit ari dan sisa-sisa daging buah agar saat penyemaian tidak ditumbuhi jamur.
    4.   Siapkan toples, lapisi dasar toples menggunakan kapas bersih setebal 1 lapisan saja. Beri air pada lapisan kapas tersebut sampai lembab dan tidak perlu sampai menggenang.
    5.    Letakkan biji-biji tersebut di atas lapisan kapas.
    
    6.   Tutup toples dengan rapat, letakkan toples di tempat-tempat yang hangat dan terlindung dari cahaya matahari seperti: di dalam lemari, di dekat pemanas air, dsb. Perlu diperhatikan: dalam proses penyemaian dibutuhkan kondisi yang hangat dan lembab. Kira2 butuh T sekitar 30oC.
    7.    Sesekali cek keadaan biji dan kapas di dalam toples. Bisa 3 atau 4 hari sekali. Jika kapas kering, maka berilah beberapa sendok makan air. Jika kapas menjadi kecoklatan dan ditumbuhi jamur, maka gantilah dgn yang baru. Jika biji ditumbuhi jamur, maka bersihkan permukaan biji dari jamur yang mengganggu dgn ujung pisau/pinset.
    8.    Kira-kira dalam waktu 1 minggu di dalam toples, biji akan menampakkan bintik kecambah mungil tepat di tanda lingkaran yang ada di permukaan biji. Maka, biarkan biji tetap berkecambah di dalam toples yang hangat dan lembab.
    9.    Saat kecambah mulai panjang ± 2 cm dalam waktu 1.5-2 minggu maka iniliah saatnya memindahkan biji ke dalam media tanam.
    
    Kecambah yang telah berumur 1.5 minggu
    10.  Siapkan pot yang telah diisi media tanam sampai dengan ketinggian ¾ pot. Siram media tanam tersebut sampai lembab (jangan ada genangan).
    11.  Kubur biji yang berkecambah secara perlahan-lahan dengan kedalaman ± 1 cm. Sirami biji dengan beberapa sendok air tiap 2 hari sekali untuk menjaga tanah tetap lembab.
    12.  Tunggu sampai muncul bakal daun. Tetap sirami tanaman tiap 2 hari sekali.
    !13.  Biarkan tanaman tetap tumbuh di dalam pot kecil dan pindahkan ke pot/halaman jika tanaman tumbuh lebih besar lagi.
    

    
    Tumbuh bakal daun setelah berumur 1.5 bulan
    
    Bagi eke yang kesepian ini, mengamati pertumbuhan biji kurma ini sangat menyenangkan dan menghibur. Meskipun si doi diam saja dan tidak bergeming, tapi eke yakin si doi senang dgn kehidupannya yang baru dan tau kalo dia dirawat *lebay dikit gpp. Info aja, sampai saat ini kecambah kurma eke sampai dalam tahap muncul bakal daun kira2 setinggi 4 cm. Biji yang dikubur pun ikut menyembul di permukaan tanah. Harapan eke semoga tanaman ini kelak jadi tanaman yg berguna. Setidaknya kalo tidak bisa berbuah, bisa digunakan sebagai tanaman dekorasi utk tema mediterania.

    Selamat berkebun. J

5 komentar:

Post a Comment