Tes Make Up! Pengantin Solo Putri Hijab

Ini before nya ya, biar ada bandingannya hehe
Yah, karena tak kunjung menikah... wkwk, sedih banget ya. Haha. Engga sih, lebih tepatnya karena penasaran dengan ‘kecocokan’ style riasan pengantin tradisional yang mendasari diriku, yaitu adat Jawa, dengan bentuk mukaku. Secara muka eke bulat yah huni-huni. Pakai kerudung aja harus disikapi sedemikian rupa agar muka engga bulat-bulat amat macam lampu taman. Nah, jadi ya... lebih baik dicoba dulu aja apakah riasan ala Solo Putri cocok dengan mukaku daripada nanti pas beneran nikahnya (AAMIIN....!!!!! *lah biasa aja aamiin-nya :D ) ternyata ga cocok dan zonk banget jadinya kan.. malu. Hihi. Kebetulan SDM di sekelilingku juga mumpuni, ibu dan kakakku berprofesi sebagai perias pengantin. Jadi, ya kenapa engga dicoba aja gitu tes make up sekalian foto yang bagus - jadi nantinya bisa dipakai sebagai bahan promosi dan mumpung ada model gratisan, hoho. Model yang sekelas Majalah Souwbegh-Souwbeghhh wkwk.

Jadi, jauh-jauh hari eke sudah mengutarakan keinginan mencoba make up Solo Putri ke kakak eke. Syukurnya, dia berminat juga. Nah, pas eke pulang kampung ke Semarang, di hari Minggu setelah siuman dari meriang, digaraplah muka eke untuk dirias pengantin Solo Putri. Pengerjaan dilakukan sejak pukul 13.00, make up dikerjakan oleh kakak eke dan disupervisori oleh ibu eke (ciaelah). Kakak eke sendiri pun sebetulnya juga sudah biasa malang-melintang di dunia periasan pengantin dan wedding organizer, profesinya sendiri laku karena testimoni customer dari mulut ke mulut. Dari cara dia merias dan dari hasilnya, eke nilai sudah cukup rapi dan matang. Meskipun begitu, ada keahlian yang mesti selalu dia latih, yaitu menyanggul jawa dan menggambar paes. Keahlian yang butuh ketelatenan dan waktu yang panjang, oleh karena itu sanggul jawa dan paes dikerjakan oleh ibuku. Eke paling takjub ketika ibu mulai mengira-ira ukuran paes yang akan digambar di kening eke, dan setelah beliau yakin, beliau mulai merapalkan “Bismillah” dan mulai menggambar paes dengan mantap di keningku.

Sungguh model yang mandiri sekali; didandani sambil motret diri sendiri 
Mulai digambar paes
Setelah sanggul selesai dihijabi. Mirip Nagita Slavina KW 16
Sanggul mulai dihias

Baiklah, kembali ke make up diriku. Di sini eke pasrah aja ya huni mau diapain aja hoho. Oiya, yang unik dari make up ini juga alisnya ga dirapiin ya.. alias ga dicukur, namun diakali dengan tambahan concealer untuk merapikan alis. Dan dari kemajuan teknologi pula (halah), hijab yang digunakan pun dapat rapih menutupi sanggul dan leher hehe. Oiya, karena hanya untuk model saja dan dadakan, sanggulnya engga dihias roncean bunga melati ya, tapi diganti dengan bunga palsu warna-warni yang disematkan di belakang telinga eke (sebetulnya sematan bunga warna-warni di belakang telinga itu lebih ke ala Yogyakarta, sih). Lagipula, harga roncean bunga melati segar cukup menguras biaya hehe. Setelah hampir 4 jam eke direka ulang, didandani begitu rupa, distagenin kenceng akhirnya jadi juga ya Pengantin Solo Putri Hijab tanpa Pengantin Prianya huhu. 

Taraa! Bengong aja Neng?
Nah, setelah semuanya rapi. Kami semua bersiap menuju studio foto langganan yang ternyata setelah disamperin studionya sedang tutup karena ada perbaikan teknis. Bingung ingin menggunakan studio foto yang mana, akhirnya pilihan jatuh pada Jonas Photo Studio. Mungkin agak aneh jika ada orang datang ke situ dengan dandanan pengantin yang komplit dan mentereng karena studio foto tsb seringnya dipakai untuk pemotretan kasual, tapi toh dasarnya eke cuek jadi ya... tak ada masalah, hoho. Setelah memilih paket fotografi yang cocok, eke dan rombongan menunggu antrian sambil mengambil beberapa foto di sekitar lokasi studio karena dekorasinya yang cukup catchy dan sayang jika dilewatkan tanpa berfoto. Giliran sesi pemotretan studio tiba, rasanya deg-degan juga.. grogi. Hihi, takut ga luwes gitu hasilnya. Syukurlah babang fotografernya cukup telaten dalam mengarahkan gaya dan mengambil foto dari berbagai sudut. Fotografer begitu cekatannya mengambil gambar, mungkin ada kali ya lebih dari 15 jepretan. Namun sesuai paket yang diambil, nantinya hanya ada 5 foto pilihan saja yang akan dicetak dan dibuat kolase dalam satu pigura.


Foto-foto di sekitar studio
                                                      


Akhirnya sesi pemotretan selesai, kami pun segera memilah foto-foto mana yang menarik. Duh, sayangnya semua gaya yang dibagi fotografernya adalah gayaku dengan TANGAN DI BAWAH DAGU semua, jadi kan berasa kurang variatif gitu ya, hoho. Tapi ah sudahlah, yang penting hasil riasan terlihat jelas dan bagus. Oh iya, sesi make up dan pemotretan ini juga membuktikan bahwa eke kuat menahan lapar sejak siang tadi. Eke lapar sangat, Saudara-Saudari! Wkwk. Jadinya, eke dan rombongan pun berakhir mampir di rumah makan. Ini lucu juga sih sebetulnya, semua orang yang datang di rumah makan tsb tentunya kan berpenampilan kasual sangat kontras dengan kehadiran eke yang berdandan pengantin komplit.




Nah, begitu sharing eke tentang tes make up pengantin Solo Putri Hijab. Seru dan lucu juga sih. Menurut eke, style riasan Solo Putri masih sesuai di wajah eke meskipun masih saja tersembul pipi eke yang pastinya chubby abis but it’s okay, it’s cute too (biar cepet wkwk). Terima kasih berat untuk kakak dan ibuku, yang bisa menjawab rasa penasaran eke dengan riasan ini. Oiya, silakan ya bagi huni-huni yang ingin tanya-tanya tentang make up dari kakak ataupun ibu eke. IG kakak eke ada di @kinar_ayu_ sedangkan lokasi sanggar rias ibu eke ada di Jalan Kedung Mundu 96 Semarang.












Popular Posts